Investasi Papua Barat

Investasi di Papua Barat Capai 59% dari Target Nasional

Investasi di Papua Barat Capai 59% dari Target Nasional

Raja Ampat, InfoPublik – Iklim investasi di Provinsi Papua Barat  (PB) mengalami perkembangan yang sangat signifikan.  Hal ini ditandai dengan capaian realisasi investasi yang terus meningkat, dimana pada tahun 2018, realisasi investasi baik Penamaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai 59 % atau sebesar Rp4,7 Triliun dari total target nasional sebesar Rp8,007 Triliun.

“Total realisasi investasi Papua Barat baik PMA maupun PMDN adalah 220 proyek dengan nilai RP4,7 Triliun atau 59 % dari target nasional sebesar Rp8.007 Triliun,” demikian Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayana Terpadu Satu Pintu, Provinsi Papua Barat, Bungaran Sitanggang, di Waisai, Raja Ampat, Senin (8/4/2019)

Ia menjelaskan semenjak Papua Barat terbentuk perkembangan investasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), dimana tahun 2018  rencana proyek PMA sebesar 174 proyek, dimana rencana investasi sebesar Rp6,27 Trilliun dan rencana PMDN sebanyak 46 proyek dengan investasi sebesar Rp171 Miliar.

“Provinsi Papua Barat memiliki potensi kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Ini merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa untuk kehidupan  masyarakat di tanah Oapua khususnya,” ujarnya Sitanggang.

Namun demikian katanya, sampai saat ini potensi tersebut belum dapat dikelola secara maksimal. Untuk itu investasi merupakan instrumen penting dalam perekonomian sumber pembiayaan pembangunan daerah.

Dijelaskannya investasi berpengaruh pada peningkatan Produk Domestic Regional Bruto  (PDRB) daerah disamping sektor konsumsi masyarakat, ekspor dan impor. Pengaruh investasi katanya dikaitkan dengan kemampuan mengelola sumber daya alam, maka akan dihadapkan dengan modal dan teknologi.

“Untuk itu perlu adanya kebijakan daerah yang dapat menciptkan iklim penanaman modal yang kondusif untuk menarik minat investor seperti kebijakan keringanan pajak, dukungan jaminan  hukum dan keamanan, percepatan dan  kepastian pelayanan perizinan, ketersediaan tenaga kerja lokal yang professional, tersedianya informasi kawasan lahan yang akurat untuk berinvestasi,” lanjutnya.

Ia menambahkan keberadaaan investasi di daerah ini dirasakan memberikan multiplier effect pada akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Oleh sebab itu, ia berharap semua pihak di Papua Barat harus pro investasi dan sudah menjadi kewajiban menjaga dengan baik iklim investasi sehingga terus mengalami peningkatan minat investor untuk berinvestasi di Papua Barat.  (Petrus Rabu/MC Raja Ampat/Vira)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close